Testimoni Penggunaan Norival Pada Altis ( By Bonsai Biker )

September 24, 2015

Posted by Bonsai Biker in Konsumsi BBM
Tags: 
trackback

norival-di-altis
norival-di-altis
Mas bro sekalian, kali ini James Bons mau share testimoni menggunakanNorival kiriman om  Torry Parantoro, yakni ramuan pendongkrak oktan premium yang biasa disebut oktan booster, pada mobil Toyota Altis 1.8. Secara teori premium kalau ditetesi Norival ini dengan dosis yang tepat bakal seperti menggunakan BBM Pertamax atau bahkan Pertamax Plus. Menurut pentunjuk penggunaan bahwa kalau kompressi  di kisaran 11:1 maka polih menggunakan Norival Drag Evo.
banner-460x110
Nah jelasnya berikut ini beberapa testimoni yang James Bons rasakan:
a. Secara Umum Perbedaannya Dengan Premium
Sebelum James Bons ngetest, pertama yang James Bons lakukan adalah mengamati dengan teliti dan merasakan dengan teliti mobil Altis 1.8 bila menggunakan BBM premium. Kemudian mencoba menggunakan Pertamax, dan mencatat beberapa perbedaannya. Lalu selanjutnya menggunakan premium dicampur dengan Norival Drag Evo. Testimoni pertama menggunakan Norival di Altis ini memang betul tenaga lebih nendang. Bahwa sebelumnya telah dikompare penggunaan BBM premium dan pertamax, nah saat mengisi premium dengan menggunakan Norival terasa nendang seperti pertamax.
Selain efek tenaga nendang, ini mobil ya dah lansiran 2005 gan wajar tak terlelu halus banget laksana baru, namun begitu menggunakan Drag Evo ini, mesin nggelitik mulai berkurang secara perlahan, alusss gan.
b. Saat start, stop n go di kemacetan kota
Pertama start saat masuk gigi satu memang ada sedikit kaget gan, terasa bener bahwa memang ada perbedaan, lebih nendang gan. Nah ketika dipake di kemacetan kota, kayaknya recomended banget deh, Utamanya kalu di lampu merah, cepet raih torsi.
Pernah juga iseng start bukannya gigi 1 tapi langsung gigi 2 di jalan datar, ee mayan masih ngangkat gan, gak ada masalah, meski gak spontan banget tapi nendangnya masih terasa. Tetep ada bedanya dengan pake premium tanpa Norival.
C. Saat Ncobain di tanjakan dan turunan Lereng Gunung Ciremai
Testimoni selanjutnya saat nyobain tanjakan lereng gunung Ciremai di Cirebon, ngotot pake gigi 3. Ya karena terlalu
tinggi akhirnya nyerah dan pindah ke gigi 2. Dan nyusss narik teruz sampe tanjakan abis. Saat di jalan sepi kecepatan 69-80 enting banget srasa Pake pertamax. Dan iseng juga berhenti di jalan agak menanjak, lalu start langsung gigi 2, hehey masih kuat nonjok, meski agak lama.
D. Bagaimana Kalau Makeknya Kurang dari takaran Semestinya?
Ada sekitar 2 minggu lebih James Bons asyik ngubek data hasil penggunaan Norival ini. Nah suatu ketika James Bons merasakan mobil ketika distart pertama jalan biasa aja, layaknya pake premium biasa tanpa Norival. Namun begitu di kecepatan 60-90 ew tenaganya enting banget. Dan ternyata James Bons menggunakan takarannya tak sesuai petunjuk, alias kurang dari takaran semestinya.
Seteah konsultasi dengan om Torry Parantoro ternyata bener, bila Norival digunakan kurang dalam takaran semestinya, efeknya baru terasaa saat di kitaran tengah ke atas.
Altis-norival
Altis-norival
E. Konsumsi BBM
Untuk mengetes kosumsi BBM, James Bons telah melahap 140,5 Km dengan menggunakan Nrival ini. Konsumsi BBM Altis ini gan untuk pemakaian normal menggunakan premium tanpa Norival, rata-rata 10-11 Kpl untuk dalam kota, untuk luar kota rata-rata 12-13 Kpl. Ini hasil dari beberapa bulan pengukuran dari berbagai macam medan.
Nah dengan menggunakan Norival di tengah kemacetan, stop n go, lalu geber gass sradag-srudug, ternyata lumayan boros, bisa 8,5 Kpl gan. Ya namanya srdag srdudug gan, gas spontan, dan tak jarang macet.
Nah untuk pemakain normal seperti biasanya yakni tak terlalu nafsu geber, meski terkadang digeber juga, habis enak sih, hahah, dipake di kota kurang lebih sama dengan tanpa Norival yakni sekitar 11-12 Kpl. Hanyasaja tenaga lebih nendag gan.
F. Durabilitas Mesin
Untuk durabilitas mesin, ya James Bons belum bisa memberi Testimoni gan, wong cuman ngetes sekitar waktu 3 minggu.
Yup, gitu dulu gan, semoga bermanfaat.

SUMBER  : http://bonsaibiker.com/2015/09/24/testimoni-penggunaan-norival-pada-altis/

Testimoni Menggunakan Norival Drag Race Untuk Motor ( By Bonsai Biker )

Testimoni Menggunakan Norival Drang Race Untuk Motor July 19, 2015

Posted by Bonsai Biker in Berita Umum
Tags: 
trackback

Norival drag evo 2
Norival-drag-evo-2
Mas bro sekalian, saat bulan puasa lalu selama dua minggu hingga menjelang lebaran James Bons melakukan pengetasan terhadap produk suplemen BBM yakni Norival Drag Race, yang digunakan untuk motor. Ya, James Bons menggunakan Norival ini pada motor Grand Buntut lansiran 94, memang dirumah ada beberapa motor tua gan, yang nampang di foto ini yakni Prima 92 dan grand 94. Motor ini memang jarang dipakai dan karbunya sudah lama tidak dibersihkan, jadi untuk ngetes bagaimana Norival bekerja pada motor tua yang karbunya mulai kotor dan sudah tidak prima lagi.
460x110-
1. Testimoni Tenaga
Menggunakan Noriva ini memang tenaga bisa nendang. Basanya James Bons agak canggung menggunakan motor bebek lansiran 94 ini untuk nyalip, nah dengan norival bisa menambah tenaga sehingga nyalip terasa agak pede. Risikonya kita jadi gatel tangan kepingin bejeg gas.
James Bons melakukan pengetesan di dua tempat yang berbeda, yakni di lereng gunung Ciremai yang penuh tanjaka dan turuna, dan di perkotaan yang banyak macetnya. Di kota memang terasa adalah tarikan pertama mulai nampol, premium yang James Bons tambah dengan Norival ini jadi seperti pertamax, jadi motor seperti siap untuk stop n go.
Sementara itu di pegunungan, bener-bener motor ini yang biasanya ngos-ngosan untuk menundukkan tanjakan lereng gunung Ciremai yang terjal, ternyata mampu memberikan sensasi yang berbeda.
Norival drag evo 4
Norival-drag-evo-4
2. Norival Bisa bikin Irit BBM dan Bisa Bikin Boro BBM
Ya, ternyata Norival ini bisa bikin irit BBM dan sekaligus juga bisa bikin boros. Kok bisa? Ya, gan ketika James Bons menggunakan motor ini selama seminggu pertama, terasa motor ini lebih boros, karena tangan gatel terus ingin bejeg gas. Ya faktanya bahwa tenaga makin nendang maka makin dibejeg ya makin boros. Nah seminggu berikutnya James Bons mencoba dengan eco riding alias riding santai selama kurang lebi seminggu. Hasilnya yakin gan ini bikin irit.
Perhitungannya adalah jarak dari Rumah ke kampus adalah 14 Km. Jadi kalau pulang pergi menempuh jarak 28 KM, nah dalam 2,5 liter BBM premium biasanya James Bons menggunakannya dalam 4 hari, dan di hari ke 4 sorenya ketika pulang James Bons harus ngisi bensin. Aartiya 2,5 liter bbm bisa digunakan dalam 4 x 28 Km. Jadi 112 Km. Jadi kira-kira dalam pemakaian standart, dalam 1 liter BBM bisa melaju sejauh 44,8 Km.
Nah ketika menambah Norival ini James Bons bisa menggnakan 2,5 liter BBM dalam  5 hari, jadi 5 x 25 = 140 Km. Nah disini keiritan konsumsi BBM meningkat, dalam 1 liternya bisa menempuh kurang lebih 56 km. Dengan syarat tidak bejeg gas gan.
grand97
grand97
3.Panduan Penggunaan Norival Drag Evo
Di motor pakenya yang Drag Race, dengan pemakaian 2 tetes Norival per 1 liter Premium. Di gambar ada adua gan ada yang Drag Evo, seperti namapa James Bons pegang di atas, dan drag Race yang James Bons gunakan di Motor Grand, seperti namapak di bawah ini, yang kanan Drag Revo dan yang kiri Drag Race.
norival
norival

SUMBER  : http://bonsaibiker.com/2015/07/19/testimoni-menggunakan-norival-drang-race-untuk-motor/

Review Norival Gold Untuk Innova 07 Dan Jupiter MX… Puas Lur…

Yola dulur…. beberapa hari sebelum lebaran, deka memesan secara online sebuah produk additive bbm berbentuk cairan. produk tersebut adalah Norival seri Gold yang dilayani langsung oleh Pakdhe Torry Parantoro sebagai punggawa marketing Norival. Kali ini deka akan mereview penggunaan produk tersebut yang deka gunakan untuk 2 kendaraan deka, seekor toyota Innova lansiran 2007 dan sipiter, jupiter mx yang setia mengantarkan deka dalam aktivitas sehari-hari.
norival gold untuk innova dan jupi mx
norival gold untuk innova dan jupi mx
Sebelumnya deka akan sedikit menerangkan apa itu norival, norival adalah sejenis additive yang dicampurkan langsung dengan bbm yang kita pakai untuk kendaraan dengan tujuan meningkatkan nilai oktan bbm dan menghilangkan knocking mesin karena kualitas bbm yang buruk. Seri produknya sendiri ada silver, gold, platinum, maupun drag evo. Deka memilih yang gold karena harganya yang lumayan terjangkau dan tidak berat ( owel red:jawa), cuma 45 rebong 1 botolnya. Bahan dasarnya sendiri dari minyak atsiri ( nabati organik).
Soal penggunaan additive bbm ini, deka lumayan pemain lama karena dulu sering menggunakan Griffon Hot Pill, Produk peningkat oktan baik cair maupun pill lainnya, Namun karena bahan dasarnya dari unsur logam, deka sempat berhenti karena ternyata berbahaya untuk kesehatan gas buangnya. Pengguna norival gold adalah untuk mesin dengan kompresi sekitar 9koma :1, cocok dengan mesin innova, sedangkan untuk jupiter mx yang kompresinya diatas 10, deka memberikan dosis double, yang seharusnya 1 tetes untuk 1L premium menjadi 2 tetes untuk 1L premium. Sedangkan untuk sinova, deka memakai standar penggunaan yaitu 1 ml : 15 L premium.
norival gold additive bbm
norival gold additive bbm
Untuk testimoni penggunaan di mobil innova, deka merasakan tarikan lebih responsive seperti penggunaan innova yang diisi dengan bbm pertamax atau RON 92. Performa mesin menjadi semestinya sesuai rekomendasi pabrik, ya begitulah performa sebenarnya innova, walau hanya diisi dengan bbm RON 88. Kembalinya performa seperti aslinya seperti inilah yang membuat deka cukup puas  memakai Norival gold untuk Innova. Soal konsumsi bbm yang lebih irit, itu tergantung kaki kanan kita lulus sekolah atau tidak. Deka mau mengetes soal keiritannya kok momennya nggak tepat, kena macet ala mudik membuat tes menjadi bias. Sebagai gambaran saja, sinova deka isi premium 200 ribu dapat 27,02 L, buat perjalanan Magelang-Cirebon (300 km) dengan macet parah di antara Purworejo-Buntu, masih cukup mengantarkan deka sampai tujuan. Silahkan nilai sendiri segitu itu irit nggak buat mobil innova 2000 cc. Buat deka lebih dari cukup efek dari norival ini.
Sedangkan untuk sipiter, dengan penggunaan 2 tetes untuk per liter premium juga membuat jupiter mx deka layaknya minum pertamax. Kalau biasanya diisi premium dan digunakan riding siang hari terasa ada ngelitik di enjin, sekarang gejala itu hilang entah kemana. Lagi-lagi soal irit deka juga nggak ngitung serta nggak mau ngetes. Capaian selama ini sudah membuat deka cukup puas dan tidak minta lebih dari sebuah produk additive bbm seperti Norival ini. Uang 45 rebong terbayar dengan efek yang diperoleh.
Yang membuat bangga deka adalah Norival ini adalah produk asli buatan anak bangsa, sedangkan hasilnya nggak kalah dibandingkan produk luar. Selain itu gas buang hasil dari penambahan additive norival tidak menambahi polusi karena berasal dari minyak atsiri dari tanaman, bukan jenis logam berat…. ini yang deka suka. Demikian review dari deka tentang Norival seri Gold.
NB : artikel ini murni review dari user bukan artikel titipan, karena deka nggak dapat bayaran dari pihak Norival. Produknya deka beli sendiri, bukan hasil pemberian dari produsen. Boro-boro dikasih, diskon dari pakdhe Torry aja nggak dapat :D :D (kalau setelah ini dikasih diskon mah… Alhamdulillah :D ).
Percoyo karepmu… Ra percoyo yo ora marai ngelu…. :D
Bonus….. excitable… by Def Leppard
SUMBER : http://78deka.com/2015/07/25/review-norival-gold-untuk-innova-07-dan-jupiter-mx-puas-lur/

Review Norival Energy Enhancer ( By " Blog keren - wadah untuk berbagi " )

Tentunya bikers tanah air udah gak asing lagi kan sama norival, itu tu cairan penghemat bbm dan penambah RON dan MON bbm. Penggunaannya pun mudah brosis, tinggal teteskan norival pada bbm pada tangki kendaraan kita, dan per liternya cukup 2 tetes saja. Menurut produsen norival, produk ini diklaim dapat menghemat bbm hingga 40%, meningkatkan tenaga dan torsi serta membuat mesin lebih awet. Untuk lebih jelasnya bisa langsung berkunjung ke www.mynorival.com dan www.norival.net


Sejauh ini saya sudah menggunakan 2 botol norival tipe gold untuk scorpio saya, dan cukup puas dengan hasil yang saya dapatkan. Namun dosis pemakaian norival saya bukan 2 tetes per liter tapi 2.5 tetes per liter, jadi setiap 2 liter bbm saya beri 5 tetes norival. Terbukti performa si pio jadi lebih baik ketimbang hanya 2 tetes per liter. Premium yang ditetesi norival benar-benar seperti pertamax, bahkan melebihi pertamax (dulu setia sama pertamax soalnya, jadi ya hafal :D). Mulai dari akselerasi yang lebih baik, sehingga motor terasa makin enteng, dan memuat konsumsi bbm menjadi lebih irit.

Dulu saat masih di bangku SMA scorpio saya pernah tembus 36 kpl dengan bbm pertamax, dan setelah saya beranikan diri untuk mencoba memakai norival ternyata diluar dugaan, scorpio saya dapat mencapai 43 kpl dengan hanya premium+norival.

Selain itu norival telah mempublikasikan hasil pengujian laboratorium tentang premium yang ditetesi norival (bisa dilihat di website resmi norival). Hasilnya pun bukan hanya RON nya saja yang meningkat namun juga MON nya. Perlu diketahui bahwa MON diukur pada beban yang lebih berat atau bisa dikatakan pengujiannya secara langsung pada mesin penguji, bukan hanya diuji pada lab layaknya RON. Dan sebenarnya MON lah yang lebih efisien sebagai satuan ukur kualitas bbm, bukan RON atau yang lebih dikenal dengan oktan tersebut.

Namun menurut saya penggunaan norival pada premium tetap riskan, karna kandungan berbahaya seperti seng dan belerang pada bbm premium walaupun ditetesi norival takkan berkurang. Walaupun kandungan unsur-unsur tersebut hanya sedikit dan telah lolos uji lab (sesuai standar) namun dalam jangka panjang pasti akan mengotori ruang bakar.

Jadi alangkah baiknya jika menggunakan pertamax namun tetap menggunakan norival namun hanya setengah dosis saja untuk mendapatkan performa yang lebih baik. Selain lebih baik dalam pembakaran, pertamax telah diberi aditif untuk mencegah karat pada tangki bahan bakar. Nah, pasti lebih awet dari premium kan, apalagi selisih harga pertamax dan premium sekarang terpaut sangat tipis, jadi mending pake pertamax aja sekalian hehe (tapi tergantung kompresi motor lho yaa)

Dengan berbagai plus minusnya, silahkan memilih bahan bakar sesuai dengan permintaan tunggangan tersayang brosis. Oiya, ini bukan promosi ya, cuman sedikit share review dan saran aja soalnya saya sendiri udah pake.

Sekian, semoga bermanfaat.

Sumber : http://psycho4scorpio.blogspot.co.id/2015/01/review-norival-energy-enhancer.html

Hasil Tes Penggunaan Premium + Norival Drag Evo Di Yamaha V-ixion

Hasil Tes Penggunaan Premium + Norival Drag Evo Di Yamaha V-ixion

Pada kesempatan kali ini aku mengulas tentang hasil tes penggunaan bahan bakar premium dengan oktan 88 yang ditambah dengan cairan peningkat kualitas bahan bakar yang bernama Norival Drag Evo. Kendaraan yang akan diuji adalah sepeda motor harianku, Yamaha V-ixion produksi tahun 2011.

Yamaha V-ixion 2011

Spesifikasi dan kondisi kendaraan:
- Yamaha V-ixion, tertulis di stnk bulan 7 tahun 2011
- jarak tempuh tertera di odometer sekitar 39600 kilometer
- kondisi mesin standar
- oli mesin dan busi standar pabrik
- bahan bakar premium ditambah Norival Drag Evo
- velg original standar pabrik
- ban depan, tube type, IRC NR-72 80/90
- ban belakang, tubeless, FDR Sport XR Evo 110/70
- aksesoris tambahan berupa engine coverradiator coverspakbor kolong belakang
  dan spion custom
- bobot pengendara (ditambah barang) sekitar 50 kilogram

*dengan catatan, sebelumnya kendaraan menggunakan bahan bakar pertamax dengan oktan 92.

Alasan dilakukan tes ini adalah untuk membandingkan antara pemakaian bahan bakar pertamax 92 dengan bahan bakar premium 88 yang ditambah dengan Norival Drag Evo. Variabel yang dicari adalah: konsumsi bahan bakar, akselerasi, suara mesin, top speed, dan biaya.

Dan yang perlu diketahui juga adalah kompresi mesin Yamaha V-ixion adalah 10.4:1 yang dianjurkan menggunakan bahan bakar pertamax plus (oktan 95) dengan rentang kompresi 10:1 sampai dengan 11:1. Namun karena di daerahku tidak tersedia bahan bakar pertamax plus maka selama ini sepeda motor tersebut aku isi dengan pertamax 92.

Oh iya, kendaraan dikendarai dalam kondisi jalan dalam kota dengan berbagai gaya mengendarai (kadang santai, kadang alay), sesuai dengan mood pengendara saat mengendarai, selama 5 hari (3-7 Februari 2015), bisa dikatakan untuk pemakaian harian untuk hitungan satu minggu kerja.

Oke, waktunya tes dimulai:

A. Konsumsi Bahan Bakar
- Saatnya ke stasiun pengisian bahan bakar untuk membeli bahan bakar jenis premium
  (bahan bakar bensin kasta paling rendah), isi penuh.
  Pada struk pembelian tertera jumlah pembelian sebanyak 11.08 liter.

struk pembelian premium (1)

- Kemudian atur ulang (resettrip meter ke posisi 0.

trip meter di-reset ke posisi 0

- Lalu tambahkan Norival Drag Evo sebanyak 24 tetes ke dalam tangki bahan bakar.
  (kapasitas tangki V-ixion adalah 12 liter, dan dosis Norival Drag Evo adalah 2 tetes
  per 1 liter premium, jadi sesuai dosis yang tertera pada kemasan, 24 tetes untuk 12 liter).

Norival Drag Evo (1)
Norival Drag Evo (2)
Norival Drag Evo (3)

Setelah pemakaian selama 5 hari aku kembali lagi ke stasiun pengisian bahan bakar untuk mengisi kembali bahan bakar ke posisi penuh.
Pada struk pembelian tertera jumlah beli sebanyak 3.08 liter.

setelah pemakaian selama 5 hari, pada trip meter tertera 117.5 kilometer
struk pembelian premium (2)

Dari data di atas dapat ditentukan besar konsumsi bahan bakar, yaitu dari jumlah jarak tempuh yang tertera pada trip meter dibagi dengan volume isi ulang bahan bakar terakhir.

konsumsi rata-rata per liter = jarak tempuh / volume isi ulang
konsumsi rata-rata per liter = 117.5 / 3.08
konsumsi rata-rata per liter = 38.1493506

jika dibulatkan satu desimal menjadi 38.2 kilometer per liter

Dan pada saat penggunaan pertamax 92, konsumsi rata-rata per liter adalah 38.6 kilometer per liter. (bisa dibaca di artikel ini).

B. Akselerasi
    Dalam hal akselerasi, perbedaan (yang aku rasakan) terdapat pada putaran mesin bawah ke tengah dan putaran mesin tengah ke atas. Di mana pada putaran mesin bawah ke tengah, pertamax 92 lebih unggul dari premium + Norival Drag Evo. Akan tetapi pada putaran mesin tengah ke atas, premium + Norival Drag Evo lebih unggul dari pertamax 92.

C. Suara Mesin
     Untuk hal ini, penggunaan premium + Norival Drag Evo terasa lebih halus terdengar, terutama pada putaran mesin tengah ke atas.

D. Top Speed
     Perlu ditekankan dalam hal top speed disini adalah top speed berdasarkan keberanian pengendara, bukantop speed dalam keadaan gas penuh. Dan untuk yang satu ini bisa dikatakan relatif hampir sama. Pada saat penggunaan pertamax 92 rata-rata kecepatan paling tinggi yang sering didapat adalah 120 kilometer per jam pada putaran 9000 rpm di gigi 5. Dan saat menggunakan premium + Norival Drag Evo kecepatan paling tinggi yang didapat adalah 130 kilometer per jam pada putaran 10000 rpm di gigi 5.

E. Biaya
    Pada penggunaan pertamax 92, biaya per liter adalah Rp. 9350 (harga per awal Februari 2015).
pada penggunaan premium + Norival Drag Evo, biaya per liter dihitung dari harga premium per liter ditambah dengan harga Norival Drag Evo untuk per satu liter premium, di mana harganya adalah Rp. 1000 untuk satu liter premium. Jadi biaya per liter penggunaan premium + Norival Drag Evo adalah Rp. 6600 + Rp. 1000 = Rp. 7600.

Variabel
Pertamax 92
Premium + Norival Drag Evo
Konsumsi bahan bakar
38.6 km per liter
38.2 km per liter
Akselerasi
Unggul di putaran mesin bawah - tengah
Unggul di putaran mesin tengah - atas
Suara mesin
Halus
Lebih halus
Top speed
120 kpj, 9000 rpm, gigi 5
130 kpj, 10000 rpm, gigi 5
Biaya per liter
Rp. 9350
Rp. 7600

Kesimpulan:
- Penggunaan premium + Norival Drag Evo bisa menyamai penggunaan pertamax 92 yang harganya jauh lebih mahal. (selisih harga per liter senilai Rp. 1750).
- Premium + Norival Drag Evo bisa dijadikan solusi alternatif bagi pemilik kendaraan dengan mesin berkompresi 10:1 ke atas yang di daerahnya tidak tersedia bahan bakar pertamax plus (oktan 95).

SUMBER : http://www.dlaiqa.com/2015/02/hasil-tes-penggunaan-premium-norival.html

Komunitas Mitsubishi Kuda Chapter Jogja

Alhamdulillah, Norival ikut bersama sponsor besar, mempersembahkan syukuran tahun pertama dan buka bareng Komunitas Mitsubishi Kuda Chapter Jogja...



Sukses selalu! Salam Norival!

MERCEDES-BENZ CLC200 Compressor

Nama pemilik : Acha Wahyudi
Jenis Kendaraan : MERCEDES-BENZ CLC200 Compressor
Jenis Bahan Bakar : Pertamax + Norival Drag Evo

Biasanya pake Pertamax di speed 140 kpj, matic nya memilih 4th gear di rpm 3000. Setelah pake Norival, pada speed yg sama, matic-nya memilih 5th gear dan putaran mesin cuma di bawah 2500 !

Yg paling suka, akselerasi jadi lebih maknyusss...

Sayang bbrp hari ini sibuk bgt di rumah.. belum bisa treat Escape XLT 3000cc 2004 mobil tua kesayanganku dengan Norival... Siapa tahu dengan Norival, sigantengku itu bisa lebih lama lagi menemani perjalananku.. Hehe hope so...

Kijang super 1991

Nama : Rika Destiana 
Lokasi : Bandar Lampung
Kendaraan : Kijang super 1991, 5k, 1500cc, kf40, 9.3:1
Type BBM : Premium + Norival Drag

Waduh, gara-gara disuntik minyak urut (minyak atsiri) kijangku jadi liar. Cuma tempel sedikit kaki kanan di pedal gas, langsung ngacir tapi raungan mesin jadi lebih sunyi dari biasanya.

Akselerasi lebih responsif, di tanjakan lebih anteng dan enteng. Hmm, cuma masih ada kekurangannya : ndak bisa diajak jalan pelan, maunya dipacu kebut aja.
 
*recommended deh norival drag race buat disuntik ke tangki bahan bakar mesin 5k.

<---- Capture testimonial Facebook

Hasil Tes Penggunaan Premium + Norival Drag Evo Di Yamaha V-ixion

Sumber Web : http://dlaiqa.blogspot.com/2015/02/hasil-tes-penggunaan-premium-norival.html?spref=fb

Pada kesempatan kali ini saya mengulas tentang hasil tes penggunaan bahan bakar premium dengan oktan 88 yang ditambah dengan cairan peningkat kualitas bahan bakar yang bernama Norival Drag Evo.
Kendaraan yang akan diuji adalah sepeda motor harian saya, Yamaha V-ixion produksi tahun 2011.
Yamaha V-ixion 2011
Spesifikasi dan kondisi kendaraan:
- Yamaha V-ixion, tertulis di stnk bulan 7 tahun 2011
- jarak tempuh tertera di odometer sekitar 39600 kilometer
- kondisi mesin standar
- oli mesin dan busi standar pabrik
- bahan bakar premium ditambah Norival Drag Evo
- velg original standar pabrik
- ban depan, tube type, IRC NR-72 80/90
- ban belakang, tubeless, FDR Sport XR Evo 110/70
- aksesoris tambahan berupa engine coverradiator coverspakbor kolong belakang
  dan spion custom
- bobot pengendara (ditambah barang) sekitar 50 kilogram

*dengan catatan, sebelumnya kendaraan menggunakan bahan bakar pertamax dengan oktan 92.

Alasan dilakukan tes ini adalah untuk membandingkan antara pemakaian bahan bakar pertamax 92 dengan bahan bakar premium 88 yang ditambah dengan Norival Drag Evo. Variabel yang dicari adalah: konsumsi bahan bakar, akselerasi, suara mesin, top speed, dan biaya.

Dan yang perlu diketahui juga adalah kompresi mesin Yamaha V-ixion adalah 10.4:1 yang dianjurkan menggunakan bahan bakar pertamax plus (oktan 95) dengan rentang kompresi 10:1 sampai dengan 11:1. Namun karena di daerah saya tidak tersedia bahan bakar pertamax plus maka selama ini sepeda motor tersebut saya isi dengan pertamax 92.

Oh iya, kendaraan dikendarai dalam kondisi jalan dalam kota dengan berbagai gaya mengendarai (kadang santai, kadang alay), sesuai dengan mood pengendara saat mengendarai, selama 5 hari (3-7 februari 2015), bisa dikatakan untuk pemakaian harian untuk hitungan satu minggu kerja.

Oke, waktunya tes dimulai:

A. Konsumsi Bahan Bakar
- Saatnya ke stasiun pengisian bahan bakar untuk membeli bahan bakar jenis premium
  (bahan bakar bensin kasta paling rendah), isi penuh.
  Pada struk pembelian tertera jumlah pembelian sebanyak 11.08 liter.

struk pembelian premium (1)

- Kemudian atur ulang (resettrip meter ke posisi 0.

trip meter di-reset ke posisi 0

- Lalu tambahkan Norival Drag Evo sebanyak 24 tetes ke dalam tangki bahan bakar.
  (kapasitas tangki V-ixion adalah 12 liter, dan dosis Norival Drag Evo adalah 2 tetes
  per 1 liter premium, jadi sesuai dosis yang tertera pada kemasan, 24 tetes untuk 12 liter).

Norival Drag Evo (1)
Norival Drag Evo (2)
Norival Drag Evo (3)

Setelah pemakaian selama 5 hari saya kembali lagi ke stasiun pengisian bahan bakar untuk mengisi kembali bahan bakar ke posisi penuh.
Pada struk pembelian tertera jumlah beli sebanyak 3.08 liter.

setelah pemakaian selama 5 hari, pada trip meter tertera 117.5 kilometer
struk pembelian premium (2)

Dari data di atas dapat ditentukan besar konsumsi bahan bakar, yaitu dari jumlah jarak tempuh yang tertera pada trip meter dibagi dengan volume isi ulang bahan bakar terakhir.

konsumsi rata-rata per liter = jarak tempuh / volume isi ulang
konsumsi rata-rata per liter = 117.5 / 3.08
konsumsi rata-rata per liter = 38.1493506

jika dibulatkan menjadi 38.2 kilometer per liter

Dan pada saat penggunaan pertamax 92, konsumsi rata-rata per liter adalah 38.6 kilometer per liter. (bisa dibaca di artikel ini).

B. Akselerasi
    Dalam hal akselerasi, perbedaan (yang saya rasakan) terdapat pada putaran mesin bawah ke tengah dan putaran mesin tengah ke atas. Dimana pada putaran mesin bawah ke tengah, pertamax 92 lebih unggul dari premium + Norival Drag Evo. Akan tetapi pada putaran mesin tengah ke atas, premium + Norival Drag Evo lebih unggul dari pertamax 92.

C. Suara Mesin
     Untuk hal ini, penggunaan premium + Norival Drag Evo terasa lebih halus terdengar, terutama pada putaran mesin tengah ke atas.

D. Top Speed
     Perlu ditekankan dalam hal top speed disini adalah top speed berdasarkan keberanian pengendara, bukan top speeddalam keadaan gas penuh. Dan untuk yang satu ini bisa dikatakan relatif hampir sama. Pada saat penggunaan pertamax 92 rata-rata kecepatan paling tinggi yang sering didapat adalah 120 kilometer per jam pada putaran 9000 rpm di gigi 5. Dan saat menggunakan premium + Norival Drag Evo kecepatan paling tinggi yang didapat adalah 130 kilometer per jam pada putaran 10000 rpm di gigi 5.

E. Biaya
    Pada penggunaan pertamax 92, biaya per liter adalah Rp. 9350 (harga per awal februari 2015).
pada penggunaan premium + Norival Drag Evo, biaya per liter dihitung dari harga premium per liter ditambah dengan harga Norival Drag Evo untuk per satu liter premium, dimana harganya adalah Rp. 1000 untuk satu liter premium. Jadi biaya per liter penggunaan premium + Norival Drag Evo adalah Rp. 6600 + Rp. 1000 = Rp. 7600.

Variabel
Pertamax 92
Premium + Norival Drag Evo
Konsumsi bahan bakar
38.6 km per liter
38.2 km per liter
Akselerasi
Unggul di putaran mesin bawah - tengah
Unggul di putaran mesin tengah - atas
Suara mesin
Halus
Lebih halus
Top speed
120 kpj, 9000 rpm, gigi 5
130 kpj, 10000 rpm, gigi 5
Biaya per liter
Rp. 9350
Rp. 7600

Kesimpulan:
- Penggunaan premium + Norival Drag Evo bisa menyamai penggunaan pertamax 92 yang
  harganya jauh lebih mahal. (selisih harga per liter senilai Rp. 1750).
- Premium + Norival Drag Evo bisa dijadikan solusi alternatif bagi pemilik kendaraan dengan
  mesin berkompresi 10:1 ke atas yang di daerahnya tidak tersedia bahan bakar pertamax plus
  (oktan 95).

Sumber Web : http://dlaiqa.blogspot.com/2015/02/hasil-tes-penggunaan-premium-norival.html?spref=fb

Majalah Street Ride


NORIVAL, ADITIF BBM

Produk yang satu ini bisa dipakai untuk semua jenis kendaraan. Masih pakai karburator atau sudah injeksi, kompresi tinggi atau rendah, keluaran baru atau lama, semua bisa mendapatkan manfaat Norival. Sudah diuji di Petrolab, test performa dengan dynojet, dan tidak ada komplain dari pengguna sejak pertama dipasarkan hampir dua tahun lalu membuat aditif yang dibuat dari bahan alami ini kian dipercaya.

Norival yang dibuat dari minyak atsiri ini sangat mudah larut dalam bahan bakar sehingga tidak meninggalkan residu atau ampas apapun. Semuanya tercampur sempurna sehingga tidak ada perlu kekhawatiran saluran injeksi BBM tersumbat atau kotor. Justru dari hasil peneilian diketemukan fakta bahwa Norival mampu mengikat kotoran yang tercampur dalam bensin.

Hasil dari pemakaian produk asli buatan anak negeri ini adalah tenaga meningkat dan konsumsi BBM lebih efisien. 

Minyak atsiri memang sejak lama diketahui memiliki kemampuan untuk meningkatkan angka oktan. Dengan pemakaian sesuai dosis yang disarankan, bensin premium akan naik angka oktannya melebihi Pertamax Plus. Hasil laboratorium yang berbicara. Silahkan kontak Torri Parantoro di nomor 081328516999 untuk informasi yang lebih lengkap.

OTOMOTIF.LIPUTAN6.COM

Pakai Ini, Konsumsi BBM Anda Diklaim Irit Hingga 30%

 
on 

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan aditif dipercaya sebagai salah satu alternatif dalam menjaga konsumsi BBM tetap irit hingga mendongrak performa kendaraan. Namun, produk padat yang umumnya terbuat dari bahan kimia itu dipercaya turut punya efek buruk terhadap kesehatan mesin.

Umumnya, produk-produk aditif yang ada di pasaran berbalut produk impor, alias luar negeri. Kini, alternatif solusi justru datang dari produk dalam negeri dengan nama Norival. 

Menurut Torry Parantoro, salah satu distributor Norival, aditif yang dibuat dengan bahan kimia umumnya sulit larut dengan bensin. Sehingga dalam banyak kasus itu bisa menimbulkan kerak pada mesin.

"Kalau yang bentuk pil itu umumnya sulit larut. Kemudian ada yang terbuat dengan campuran kerosin justru membuat karet-karet pada mesin cepat getas," papar Torry.

Karena itu, produk aditif Norival yang didistribusikannya justru terbuat dari bahan alami sebagai solusi. Norival, lanjut Torry, menjadi salah satu aditif yang terbuat dari minyak atsiri.

"Ini dari bahan alami. Aromanya saja seperti minyak pijat," ujar dia saat berkunjung ke markas Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta pada Rabu (22/10/2014).

Norival Energy Fule Enhancer (EFE) contohnya, kata Torry, merupakan inovasi di kelas Organic Fuel Additive. Sehingga tak beracun dan tidak menimbulkan korosi.

Adapun, Noriva EFE tidak seperti aditif pada umumnya yang bekerja pada satu aspek saja. Di samping meningkatkan kinerja mesin, carian ini juga memberikan kebutuhan energi yang sesuai dengan spesifikasi dan teknologi mesin.

"Dengan kinerja mesin yang maksimal sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan, otomatis komponen mesin jadi lebih awet," klaim Torry. "Efisiensi bahan bakar ketika pakai Norival bisa mencapai 30 persen," sambung dia.

Torry menguraikan, Norival sendiri tersedia dalam sejumlah varian, yakni Silver (8:1-8.8:1), Gold (9:1-9.8:1), Platinum 10:1-10.8:1, Diesel, dan Oil Enhancer, yang masing-masing diperuntukkan untuk jenis mesin hingga tingkat kompresi.

"Harganya mulai Rp 45 ribu untuk Gold dan Platinum Rp 75 ribu," tuntasnya. 

Bahkan, walau kerap diremehkan karena menyandang nama dalam negeri, Torry berani menjamin kualitas dari Norival. Untuk itu, pria yang juga pecinta motor gede ini berani menguji kehandalan dari produk tersebut andai ada pihak yang meragukannya.

Adapun, untuk pembelian Norival, dapat dilakukan pada titik selling point yang terdapat di berbagai provinsi di Tanah Air. Untuk mengetahui lokasi terdekat, konsumen dapat mengakses situs www.mynorival.com dan mengklik pilihan menu Selling Point. (Gst/Des)